Pemain Serie A di World Cup 2026
Italia harus absen untuk ketiga kalinya secara beruntun di ajang World Cup, namun Serie A tetap mengirimkan wakil-wakilnya terbaiknya di kompetisi empat tahunan tersebut. Lantas siapa sajakah pemain Serie A yang bermain apik di World Cup 2026? Mari kita bahas!
Adrien Rabiot
Adrien Rabiot menjadi tulang punggung lini tengah Prancis di lini tengah, dengan lini depan yang selalu menjadi sorotan karena diisi Dembele, Mbappe dan Olise. Rabiot berperan sangat penting meskipun eksposure kepada dirinya tidak sebesar ke pemain lainnya.
Pemain AC Milan berusia 31 tahun tersebut bermain di semua laga Prancis di World Cup 2026. Ia berhasil catatkan statistik mentereng dengan 92% umpan sukses dan catatkan satu assist. Ia juga sangat apik dalam aksi bertahan dengan berhasil catatkan 12 kali sleding sukses, 12 kali sapuan dan 5 kali intersep.
Yang lebih menarik, Rabiot ini selalu nyaman dengan siapapun ia bermain di lini tengah. Awalnya ia bermain bersama Tchouameni, lalu pemain Real Madrid tersebut mengalami cedera dan digantikan oleh Manu Kone. Dengan dua tandem berbeda tersebut, performa Rabiot sama baiknya meskipun hanya mengantarkan Prancis hingga semifinal.
Remo Freuler
Swiss yang berhasil melaju hingga perempat final tak jauh dari hasil performa apik dari para pemainnya termasuk Remo Freuler. Pemain Bologna tersebut menjadi tandem tak tergantikan Granit Xhaka di lini tengah di sepanjang World Cup 2026 untuk Swiss.
Freuler bermain di semua laga Swiss di World Cup 2026, bermain di lini tengah bersama Xhaka ia membagi tugas untuk mengalirkan bola ke lini depan juga melakukan aksi bertahan. Statistiknya pun tak main-main, ia berhasil catatkan 93% akurasi operan.
Ia juga mentereng dalam aksi defensive dengan melakukan tujuh tackle dengan empat diantaranya sukses, lalu melakukan tiga kali intersep. Freuler juga kerap melakukan percobaan untuk mencetak gol dengan tiga tendangan yang satu diantaranya mengarah ke gawang.
Torbjorn Heggem
Pemain Bologna lain yang tampil impresif di World Cup 2026 adalah Heggem yang bermain untuk Norwegia. Heggem bermain apik bersama Ajer untuk menjaga lini pertahanan dan sukse membawa Norwegia melaju hingga perempat final sebelum menelan kekalahan dari Inggris.
Sebagai pemain belakang, Heggem bermain sangat baik dengan catatkan statistik memukau. Ia catatkan 282 operan dengan akurasi hingga 93%, lalu ia catatkan empat tackle dengan 26 kali sapuan sukses. Meski begitu, ia tak selalu menjaga gawang Norwegia dari clean sheet.
Semua laga di World Cup Norwegia dari babak grup hingga perempat final, gawang Nyland sebagai penjaga gawang Norwegia selalu kebobolan. Itu mungkin menjadi catatan untuk duet Heggem dan Ajer di lini belakang di timnas Norwegia.
Charles De Ketelaere

Belgia kembali gagal tampil impresif dengan hanya sampai ke perempat final World Cup 2026. Namun setelah generasi emas, Belgia kini memunculkan nama-nama baru termasuk Charles De Ketelare. Pemain Atalanta tersebut menjadi striker nomor satu Belgia di ajang World Cup 2026.
Mantan pemain AC Milan tersebut bahkan bisa menggeser Lukaku di starting eleven, dalam lima laga De Ketelaere berhasil catatkan tiga gol dan satu assist. Satu gol ikoniknya terjadi pada laga melawan Spanyol setelah ia memenangi duel udara melawan Laporte.
Ia pun menjadi satu-satunya yang bisa menjebol gawang Spanyol di ajang World Cup 2026. Selain piawai dalam urusan mencetak gol, De Ketelaere juga menjadi pemain ujung tombak yang kerap membuka ruang untuk temannya, dalam lima laga ia catatkan enam peluang tercipta.
El Aynaoui
Belgia kembali mencuri perhatian di ajang World Cup 2026, namun laju mereka kembali dihentikan Prancis di babak perempat final. Pada ajang kali ini, nama-nama pemain muda muncul ke permukaan salah satunya gelandang AS Roma, El Aynaoui.
Publik mungkin menyoroti Bouaddi yang bermain spesial di usia 18 tahun, namun El Aynaoui juga tampil tak kalah mentereng. Statistiknya cukup memukau dengan 372 umpan sukses dengan akurasi 93%, walaupun piawai dalam mengalirkan bola aksi defensivenya pun terbilang sangat bagus.
Ia catatkan 10 kali intersep, sembilan kali sapuan dengan 12 kali tackle sukses. Pemain berusia 25 tahun tersebut menjadi aset penting AS Roma di lini tengah apalagi tim ibu kota Italia tersebut juga mempunyai Manu Kone yang sama baiknya di lini tengah.
●●●
Kunjungi halaman blog kami untuk membaca berita SEPAK BOLA dan informasi pasaran taruhan
Selalu menjadi yang terdepan dalam mendapatkan informasi seputar olahraga dan bursa taruhan



