Inter Milan 5-2 AS Roma
Inter Milan mempermalukan AS Roma dengan skor 5-2 di Giuseppe Meazza dalam pertandingan pekan ke-31 Serie A musim 2025/2026 yang digelar pada Senin (6/4/2026).
Brace Lautaro Martinez serta gol-gol dari Hakan Calhanoglu, Marcus Thuram dan Nicolo Barella memastikan Nerazzurri nyaman di puncak klasemen dengan koleksi 72 poin. Sedangkan Giallorossi tertahan di posisi enam (52 poin) karena hanya mampu membalas lewat Gianluca Mancini dan Lorenzo Pellegrini.
Jalannya Pertandingan
Babak pertama
Inter Milan langsung tampil agresif sejak peluit awal dibunyikan dan mampu mencuri keunggulan sangat cepat. Baru satu menit pertandingan berjalan, Lautaro Martinez sukses menuntaskan peluang dari jarak dekat setelah menerima umpan matang.
Gol kilat tersebut berawal dari pergerakan cepat Thuram di sisi kanan lapangan yang mampu melewati penjagaan lawan. Ia kemudian mengirimkan umpan terukur ke dalam kotak penalti yang langsung disambar dengan penyelesaian tajam.
Setelah unggul, Inter Milan tidak menurunkan intensitas serangan dan terus menekan pertahanan AS Roma. Beberapa peluang emas tercipta melalui aksi Calhanoglu dan Federico Dimarco, namun kiper Mile Svilar tampil sigap di bawah mistar.
AS Roma sempat kesulitan keluar dari tekanan, tetapi perlahan mulai menemukan ritme permainan mereka. Ancaman pertama datang dari sundulan Donyell Malen yang memanfaatkan umpan silang, meski masih mampu ditepis oleh Yann Sommer.
Upaya AS Roma akhirnya membuahkan hasil melalui skema bola mati yang dieksekusi dengan baik. Gianluca Mancini berhasil menyundul bola dari jarak dekat dan membuat skor kembali imbang.
Menjelang akhir babak pertama, Inter Milan kembali menunjukkan kualitas mereka dalam memanfaatkan peluang. Calhanoglu mencetak gol spektakuler lewat tembakan jarak jauh yang meluncur deras tanpa mampu dihentikan penjaga gawang AS Roma.
Babak kedua
Memasuki babak kedua, Inter kembali tampil menekan dan langsung mengambil alih kendali permainan. Dominasi itu berbuah gol ketika Lautaro Martinez mencetak gol keduanya usai memanfaatkan umpan matang dari Thuram.
Gol tersebut semakin meningkatkan kepercayaan diri para pemain Inter Milan untuk terus menyerang. Pertahanan AS Roma pun mulai terlihat goyah dan kesulitan mengantisipasi setiap gelombang serangan yang datang.
Tidak lama kemudian, Marcus Thuram ikut mencatatkan namanya di papan skor. Ia sukses menyambut bola dengan sundulan tajam di tiang dekat yang tidak mampu dihalau kiper AS Roma.
Tekanan Inter Milan belum berhenti sampai di situ karena mereka terus mencari celah di lini belakang lawan. Nicolo Barella kemudian memperlebar keunggulan setelah memanfaatkan kesalahan fatal dari barisan pertahanan AS Roma.
AS Roma sempat memberikan perlawanan dan mencoba bangkit dari tekanan yang terus menerpa. Upaya tersebut membuahkan hasil lewat gol Lorenzo Pellegrini yang menerima umpan dari Malen dan menyelesaikannya dengan baik.
Meski sempat kebobolan, Inter Milan tetap mampu menjaga tempo permainan dan tidak kehilangan kendali. Hingga peluit panjang dibunyikan, mereka berhasil mempertahankan keunggulan dengan permainan yang solid dan disiplin.
Susunan Pemain
Inter Milan (3-5-2): Yann Sommer; Manuel Akanji, Francesco Acerbi, Alessandro Bastoni (Matteo Darmian 58’); Denzel Dumfries, Nicolo Barella, Hakan Calhanoglu (Petar Sucic 67’), Piotr Zielinski (Henrikh Mkhitaryan 76’), Federico Dimarco; Lautaro Martinez (Ange-Yoan Bonny 58’), Marcus Thuram (Pio Esposito 66’)
Pelatih: Cristian Chivu
AS Roma (3-4-2-1): Mile Svilar; Gianluca Mancini (Daniele Ghilardi 46’), Evan Ndicka, Mario Hermoso (Jan Ziolkowski 81’); Zeki Celik, Bryan Cristante, Niccolo Pisilli, Devyne Rensch (Kostas Tsimikas 58’); Matias Soule (Stephan El Shaarawy 64’), Lorenzo Pellegrini; Donyell Malen
Pelatih: Gian Piero Gasperini
Statistik
Dalam pertandingan yang berakhir dengan skor 5-2, Inter Milan tampil lebih dominan dibanding AS Roma, terutama dalam penguasaan bola. Inter Milan mencatatkan possession sebesar 55,6%, sementara AS Roma hanya mampu menguasai 44,4% jalannya laga.
Dari segi peluang, Inter Milan juga terlihat lebih efektif dengan 9 tembakan tepat sasaran dari total 17 percobaan, sedangkan AS Roma hanya mencatatkan 3 shots on goal dari 9 upaya. Hal ini menunjukkan ketajaman lini depan Inter Milan yang mampu memaksimalkan peluang menjadi gol.
Pertandingan berlangsung cukup seimbang dalam hal pelanggaran, dengan Inter Milan melakukan 11 fouls dan AS Roma sedikit lebih sedikit dengan 10 pelanggaran. Namun, AS Roma harus menerima 1 kartu kuning, sementara Inter bermain lebih bersih tanpa kartu sama sekali.
Dalam situasi bola mati, Inter Milan kembali unggul dengan mencatatkan 7 tendangan sudut dibandingkan 4 milik AS Roma. Sementara itu, kiper AS Roma dipaksa bekerja lebih keras dengan melakukan 4 penyelamatan, sedangkan penjaga gawang Inter Milan hanya mencatatkan 1 saves sepanjang pertandingan.
Man of The Match – Marcus Thuram

Inter Milan berhasil mengalahkan AS Roma dalam laga yang sempat berjalan seimbang di babak pertama. Setelah AS Roma menyamakan kedudukan, Inter Milan kembali unggul menjelang turun minum dan mulai mendominasi permainan di babak kedua.
Ketajaman lini depan Inter Milan semakin terlihat setelah mencetak beberapa gol tambahan, termasuk kontribusi besar dari Marcus Thuram yang berperan dalam terciptanya beberapa gol, baik melalui assist maupun gol yang ia cetak sendiri. Dominasi Inter Milan makin jelas setelah menambah keunggulan, sementara AS Roma hanya mampu membalas satu gol di paruh kedua. Secara keseluruhan, performa Marcus Thuram menjadi faktor kunci kemenangan Inter Milan berkat kontribusinya yang efektif dalam serangan dan kemampuannya menciptakan peluang.
Catatan Pertandingan
Inter Milan menutup tren negatif mereka di Serie A dengan kemenangan besar setelah sebelumnya gagal meraih kemenangan dalam tiga pertandingan beruntun. Hasil tersebut juga menghindarkan mereka dari catatan empat laga tanpa kemenangan yang terakhir kali terjadi pada 2023.
Kemenangan ini terasa semakin spesial karena Inter Milan kembali menunjukkan dominasi atas AS Roma. Tim tersebut sudah beberapa kali mencetak banyak gol ke gawang AS Roma, menjadikannya salah satu lawan yang paling sering mereka taklukkan dengan skor besar di kompetisi liga.
Lautaro Martinez tampil menonjol lewat gol-golnya, namun peran Marcus Thuram juga sangat penting. Ia memberikan dua assist untuk gol Martinez, sebuah pencapaian yang jarang terjadi dalam beberapa tahun terakhir di Inter Milan.
Secara statistik, Inter Milan tampil sangat efisien. Meski peluang yang dihasilkan tidak terlalu tinggi berdasarkan expected goals, mereka mampu memaksimalkan kesempatan dengan baik. Sementara itu, AS Roma kesulitan mengimbangi efektivitas permainan Inter Milan sepanjang pertandingan.
Pertandingan Berikutnya
Inter Milan akan melakukan tandang untuk melawan Como dalam pekan ke-32 Serie A yang digelar pada 13 April 2026. Di sisi lain, AS Roma akan menjamu Pisa di Stadio Olimpico dalam pekan ke-32 Serie A yang digelar pada 11 April 2026. Jangan ketinggalan sengitnya persaingan di Serie A. Simak terus prediksi kompetisi tersebut di SBOTOP.
●●●
Kunjungi halaman blog kami untuk membaca berita SEPAK BOLA dan informasi pasaran taruhan
Selalu menjadi yang terdepan dalam mendapatkan informasi seputar olahraga dan bursa taruhan



