Kompetisi Serie A musim 2025/2026 tidak hanya menghadirkan perebutan gelar juara yang panas, tetapi juga persaingan menarik dalam daftar pencetak gol terbanyak atau cannoniere. Hingga pekan-pekan akhir musim, sejumlah nama besar masih bersaing ketat untuk menjadi striker paling tajam di Italia. Beberapa pemain tampil sesuai ekspektasi, namun ada pula kejutan yang muncul dari klub-klub yang sebelumnya tidak terlalu diperhitungkan.
Nama seperti Lautaro Martínez masih menunjukkan kualitasnya sebagai predator utama di lini depan Inter Milan. Akan tetapi, kemunculan pemain-pemain seperti Anastasios Douvikas bersama Como hingga produktivitas luar biasa Donyell Malen di AS Roma membuat perebutan gelar top skor menjadi jauh lebih menarik dibanding musim-musim sebelumnya.
Dengan selisih gol yang tidak terlalu jauh di papan atas, persaingan dipastikan akan berlangsung hingga laga terakhir musim ini. Selain itu, daftar pencetak gol juga menunjukkan perubahan wajah Serie A yang kini semakin kompetitif dan dipenuhi talenta dari berbagai negara. Simak ulasan SBOTOP berikut.
Lautaro Martinez Masih Jadi Raja Gol Inter Milan
Di posisi teratas daftar pencetak gol sementara, Lautaro Martinez memimpin dengan koleksi 17 gol dari 28 pertandingan. Penyerang asal Argentina tersebut kembali menjadi sosok penting bagi Inter Milan dalam perburuan gelar Serie A musim ini.
Ketajaman Lautaro tidak hanya terlihat dari jumlah golnya, tetapi juga dari konsistensi yang ia tampilkan sepanjang musim. Ketika Inter Milan beberapa kali kehilangan poin penting, Lautaro tetap mampu menjadi pembeda melalui penyelesaian akhir yang efektif.
Duetnya bersama Marcus Thuram juga menjadi salah satu kombinasi paling berbahaya di Serie A musim ini. Thuram sendiri sudah mencetak 13 gol dari 29 pertandingan dan berada di posisi kedua daftar top skor bersama beberapa pemain lainnya.
Kehadiran dua penyerang produktif membuat Inter Milan menjadi salah satu tim dengan lini serang paling menakutkan di Italia. Tidak mengherankan jika mereka terus berada dalam persaingan juara hingga akhir musim.
Como Jadi Kejutan Besar Lewat Douvikas dan Nico Paz
Salah satu cerita paling menarik musim ini datang dari Como. Klub yang tidak banyak diunggulkan pada awal musim justru mampu menghadirkan dua nama di papan atas daftar pencetak gol.
Anastasios Douvikas tampil luar biasa dengan mencetak 13 gol dari 36 laga. Striker asal Yunani tersebut menjadi tumpuan utama Como dalam mencuri poin dari tim-tim besar. Gaya bermainnya yang agresif serta kemampuannya mencari ruang membuat pertahanan lawan sering kesulitan.
Selain Anastasios Douvikas, Nico Paz juga tampil mengesankan dengan 12 gol dari 35 pertandingan. Kontribusi pemain muda tersebut menjadi bukti bahwa Como bukan sekadar tim kejutan sesaat.
Kombinasi keduanya membuat Como menjadi salah satu tim paling menarik untuk disaksikan musim ini. Mereka bermain tanpa tekanan besar, namun mampu menghadirkan ancaman nyata bagi klub-klub papan atas.
Donyell Malen Langsung Bersinar Bersama AS Roma

Performa impresif juga ditunjukkan Donyell Malen bersama AS Roma. Meski baru memainkan 16 pertandingan, pemain asal Belanda itu sudah mengoleksi 13 gol.
Rasio gol tersebut menjadikan Donyell Malen sebagai salah satu striker paling efisien di Serie A musim ini. Kecepatan, kemampuan duel satu lawan satu, serta insting mencetak gol membuatnya cepat beradaptasi dengan sepak bola Italia.
Kehadiran Donyell Malen memberi warna baru bagi lini serang AS Roma yang sebelumnya kerap kesulitan tampil konsisten. Bersama Matìas Soulè, AS Roma kini memiliki lini depan yang jauh lebih agresif dan kreatif. Jika mampu mempertahankan performa tersebut hingga akhir musim, Donyell Malen berpeluang besar menyalip Lautaro Martinez dalam perebutan gelar cannoniere.
Napoli dan Atalanta Punya Banyak Ancaman
Persaingan top skor Serie A musim ini juga diramaikan pemain-pemain dari Napoli dan Atalanta. Napoli memiliki Rasmus Højlund yang sudah mencetak 10 gol dari 30 laga. Selain Rasmus Hojlund, gelandang Scott McTominay turut menyumbang sembilan gol, jumlah yang sangat impresif untuk seorang pemain tengah.
Sementara itu, Atalanta diperkuat Nikola Krstovic dan Gianluca Scamacca yang sama-sama mengoleksi 10 gol. Atalanta memang dikenal sebagai tim yang mampu memaksimalkan produktivitas banyak pemain. Mereka tidak hanya bergantung pada satu striker utama, sehingga serangan tim lebih sulit ditebak.
Juventus Masih Mengandalkan Talenta Muda
Juventus musim ini memperlihatkan perubahan besar dengan semakin banyak memberi kesempatan kepada pemain muda. Salah satu yang paling menonjol adalah Kenan Yildiz.
Pemain muda asal Turki itu sudah mencetak 10 gol dari 35 pertandingan. Meski usianya masih sangat muda, Kenan Yildiz tampil percaya diri dan menjadi salah satu motor serangan Juventus.
Selain Kenan Yildiz, Juventus juga mendapat kontribusi dari Jonathan David yang sudah mencetak enam gol, serta Weston McKennie dengan lima gol. Kehadiran para pemain muda ini menunjukkan bahwa Juventus mulai membangun fondasi baru untuk masa depan. Walaupun belum sepenuhnya dominan, mereka tetap mampu bersaing di papan atas Serie A.
AC Milan Mengandalkan Banyak Sumber Gol
Tidak seperti Inter Milan yang bergantung pada Lautaro Martinez, AC Milan justru memiliki distribusi gol yang lebih merata. Rafael Leão memimpin daftar pencetak gol AC Milan dengan sembilan gol. Di bawahnya ada Christian Pulisic dengan delapan gol, serta Christopher Nkunku dan Adrien Rabiot yang masing-masing mencetak enam gol.
Pola permainan AC Milan membuat banyak pemain memiliki peluang mencetak gol. Meski belum ada pemain yang benar-benar dominan dalam perebutan top skor, kekuatan kolektif mereka tetap membuat Milan menjadi lawan berbahaya.
Torino dan Sassuolo Tampil Mengejutkan
Torino menjadi salah satu tim yang cukup konsisten musim ini berkat kontribusi beberapa pemain penting. Giovanni Simeone menjadi pencetak gol terbanyak klub dengan 11 gol. Selain Giovanni Simeone, Torino juga memiliki Nikola Vlašić, Cesare Casadei, dan Ché Adams yang sama-sama memberi kontribusi signifikan.
Di sisi lain, Sassuolo kembali dikenal sebagai tim yang produktif dalam menyerang. Andrea Pinamonti dan Domenico Berardi sama-sama mengoleksi delapan gol. Menariknya, beberapa pemain lain seperti Armand Laurienté dan Ismaël Koné juga ikut menyumbang banyak gol untuk Sassuolo.
●●●
Kunjungi halaman blog kami untuk membaca berita SEPAK BOLA dan informasi pasaran taruhan
Selalu menjadi yang terdepan dalam mendapatkan informasi seputar olahraga dan bursa taruhan



