Serie A kembali menjadi sorotan menjelang bergulirnya musim 2026/2027. Di tengah persaingan sengit dengan liga-liga elite Eropa, kompetisi kasta tertinggi Italia itu memperoleh kabar positif dari sisi finansial sekaligus menghadirkan sejumlah pembaruan regulasi yang berpotensi mengubah jalannya pertandingan. Salah satu pencapaian yang paling mencuri perhatian datang dari AC Milan, yang sukses menjadi klub Serie A dengan pendapatan terbesar dari Program Manfaat Klub Piala Dunia FIFA.
Prestasi tersebut menunjukkan bahwa meski secara ekonomi Serie A masih tertinggal dari Premier League maupun La Liga, klub-klub Italia tetap memiliki kontribusi besar di panggung internasional. Bersamaan dengan itu, operator liga juga melakukan reformasi aturan pertandingan melalui peningkatan fungsi VAR, penyesuaian regulasi pergantian pemain, hingga perubahan dalam penerapan kartu merah. Kombinasi perkembangan finansial dan pembaruan regulasi ini menjadi sinyal bahwa Serie A tengah berupaya memperkuat daya saingnya di level tertinggi sepak bola dunia. Berikut ulasan SBOTOP.
AC Milan Menjadi Klub Serie A dengan Pendapatan Piala Dunia Terbesar
Keikutsertaan pemain dalam Piala Dunia tidak hanya memberikan kebanggaan bagi klub asal mereka, tetapi juga menghadirkan keuntungan finansial yang signifikan. FIFA kembali menyalurkan dana melalui Program Manfaat Klub sebagai bentuk kompensasi kepada tim yang melepas pemain untuk membela negara masing-masing selama turnamen berlangsung.
Secara keseluruhan, FIFA mengalokasikan sekitar 215 juta euro yang dibagikan kepada klub-klub dari berbagai belahan dunia. Besaran dana yang diterima masing-masing klub dihitung berdasarkan jumlah pemain yang dipanggil ke tim nasional serta lamanya mereka berpartisipasi sepanjang turnamen.
Dari total dana tersebut, klub-klub Serie A memperoleh sekitar 13 juta euro. Angka itu memang masih tertinggal cukup jauh dibandingkan Premier League yang diperkirakan menerima sekitar 40 juta euro maupun La Liga yang mengantongi sekitar 18 juta euro. Namun, pencapaian tersebut tetap memperlihatkan besarnya kontribusi pemain-pemain Serie A di ajang paling bergengsi sepak bola dunia. Di antara seluruh klub Italia, AC Milan muncul sebagai penerima dana terbesar.
Rossoneri berhasil mengumpulkan hampir dua juta euro setelah 10 pemain mereka tampil di Piala Dunia dengan total keterlibatan mencapai 456 hari. Kontribusi terbesar berasal dari dua pemain tim nasional Prancis, Mike Maignan dan Adrien Rabiot, yang masing-masing menyumbangkan sekitar 240 ribu euro bagi klub. Pendapatan tersebut juga mengantarkan Milan masuk ke jajaran 10 besar klub dunia dengan pemasukan terbesar dari Program Manfaat Klub FIFA.
Walaupun Milan memimpin di Italia, persaingan secara global masih didominasi klub-klub Premier League. Manchester City menjadi klub dengan pendapatan tertinggi dari Piala Dunia setelah memperoleh sekitar empat juta euro. Posisi berikutnya ditempati Barcelona dengan pemasukan sekitar 3,3 juta euro, disusul Arsenal yang mengoleksi sekitar 3,2 juta euro.
Besarnya pemasukan klub-klub Inggris bukanlah sesuatu yang mengejutkan. Banyak pemain utama mereka menjadi andalan tim nasional masing-masing dan mampu melangkah jauh hingga fase akhir kompetisi. Dominasi tersebut semakin mempertegas kekuatan finansial Premier League yang sudah lama menjadi acuan bagi kompetisi sepak bola dunia.
Di belakang AC Milan, Atalanta menempati posisi kedua di antara klub Serie A. Klub asal Bergamo itu memperoleh sekitar 1,4 juta euro berkat delapan pemain yang tampil di Piala Dunia. Meski demikian, hanya Charles De Ketelaere yang berhasil mencapai babak 16 besar sehingga total hari keterlibatan pemain Atalanta tidak sebanyak klub lain.

Inter Milan melengkapi tiga besar dengan pendapatan sekitar 1,3 juta euro. Keberhasilan Lautaro Martinez membawa tim nasionalnya hingga partai final menjadi faktor utama tingginya pemasukan Nerazzurri. Kapten Inter tersebut memberikan kontribusi sekitar 240 ribu euro, menjadi pemasukan terbesar yang berasal dari satu pemain bagi klub Serie A dalam edisi kali ini.
Sementara itu, Como juga menikmati tambahan pendapatan yang cukup berarti. Klub tersebut menerima sekitar 580 ribu euro berkat kontribusi Nico Paz, Martin Baturina, dan Assane Diao. Bagi klub dengan skala ekonomi yang lebih kecil, dana tersebut tentu menjadi tambahan penting untuk memperkuat kondisi finansial maupun aktivitas transfer pemain.
Kesenjangan Finansial Serie A dengan Liga Elite Eropa Masih Terlihat
Walaupun mampu menempatkan sejumlah klub dalam daftar penerima dana terbesar dari Piala Dunia, tantangan utama Serie A tetap berada pada aspek ekonomi. Premier League masih menjadi kompetisi dengan pendapatan tahunan terbesar di dunia. Total pemasukan liga Inggris diperkirakan berada pada kisaran 7,1 hingga 7,9 miliar euro per musim. Nilai fantastis tersebut berasal dari hak siar bernilai tinggi, kontrak sponsor internasional, serta basis pendukung global yang terus berkembang.
Sebaliknya, Serie A hanya menghasilkan sekitar 2,9 miliar euro setiap musim. Jumlah tersebut bahkan masih berada di bawah Bundesliga dan La Liga yang sama-sama mendekati atau melampaui angka empat miliar euro. Perbedaan tersebut berpengaruh langsung terhadap daya beli klub dalam merekrut pemain, mempertahankan bintang, maupun meningkatkan kualitas fasilitas.
Strategi Transfer yang Lebih Berhati-hati
Kondisi finansial yang belum sekuat liga lain membuat klub-klub Serie A menerapkan kebijakan transfer yang lebih konservatif. Alih-alih mengeluarkan dana besar untuk membeli pemain, banyak klub Italia lebih memilih mendatangkan pemain dengan status bebas transfer, memanfaatkan skema pinjaman, atau mencari talenta muda yang memiliki potensi berkembang.
Besaran gaji pemain juga relatif lebih rendah dibandingkan Premier League. Kondisi tersebut membuat negosiasi dengan pemain maupun agen menjadi lebih ketat, tetapi sekaligus membantu klub menjaga keseimbangan keuangan.
Salah satu regulasi unik di Italia adalah adanya mekanisme pemotongan gaji otomatis hingga 25 persen apabila sebuah klub terdegradasi ke divisi bawah, kecuali terdapat kesepakatan lain dalam kontrak pemain. Kebijakan tersebut bertujuan melindungi stabilitas finansial klub agar tidak mengalami beban pengeluaran yang terlalu besar setelah kehilangan pendapatan akibat degradasi.
Infrastruktur dan Hak Siar Masih Menjadi Pekerjaan Rumah
Dalam satu dekade terakhir, pertumbuhan ekonomi Serie A termasuk yang paling lambat dibandingkan liga-liga besar Eropa. Sekitar dua pertiga dari total pendapatan liga masih habis untuk membayar gaji pemain. Dengan total pengeluaran mendekati dua miliar euro setiap tahun, ruang bagi investasi baru menjadi jauh lebih terbatas.
Hak siar televisi juga belum mampu memberikan dorongan signifikan. Kesepakatan terbaru hanya bernilai sekitar 900 juta euro per musim, masih jauh tertinggal dibandingkan nilai kontrak televisi Premier League yang mencapai beberapa kali lipat lebih besar.
Selain itu, banyak stadion di Italia masih membutuhkan modernisasi. Fasilitas yang belum sepenuhnya mengikuti standar modern membuat potensi pemasukan dari tiket pertandingan, sponsor, area komersial, hingga layanan premium belum dapat dimaksimalkan. Perbaikan infrastruktur menjadi salah satu faktor penting apabila Serie A ingin mengejar ketertinggalan dari kompetitor utamanya di Eropa.
Serie A Resmi Terapkan Aturan VAR yang Lebih Luas
Selain membenahi aspek ekonomi, Serie A juga melakukan pembaruan besar dalam penerapan regulasi pertandingan. Asosiasi Wasit Italia (AIA) mengumumkan sejumlah perubahan interpretasi aturan yang akan mulai diterapkan pada musim 2026/2027. Fokus utama berada pada peningkatan peran Video Assistant Referee atau VAR.
Kini VAR memperoleh kewenangan lebih besar untuk mengoreksi sejumlah keputusan penting yang sebelumnya tidak dapat ditinjau ulang, termasuk kesalahan pemberian kartu kuning kedua yang berpotensi mengubah jalannya pertandingan. Perubahan tersebut mengacu pada rekomendasi terbaru dari IFAB setelah evaluasi pelaksanaan Piala Dunia 2026. Sebagai bagian dari sosialisasi, pelatih serta perwakilan pemain juga dilibatkan agar memahami standar baru yang digunakan oleh para wasit.
Pergantian Pemain dan Waktu Bermain Kini Lebih Ketat
Upaya mengurangi pemborosan waktu juga menjadi perhatian utama. Dalam regulasi baru, pemain yang digantikan harus meninggalkan lapangan maksimal sepuluh detik setelah nomor pergantiannya ditampilkan. Apabila pemain sengaja memperlambat proses tersebut, pemain pengganti tidak diperbolehkan masuk hingga permainan kembali berhenti atau setelah satu menit pertandingan berlangsung.
Aturan baru juga memperkenalkan hitungan mundur lima detik untuk pelaksanaan lemparan ke dalam maupun tendangan gawang. Jika batas waktu dilanggar, tim lawan akan memperoleh keuntungan berupa lemparan ke dalam atau tendangan sudut sesuai situasi permainan. Langkah ini diharapkan mampu menjaga tempo pertandingan agar tetap tinggi dan mengurangi praktik mengulur waktu yang selama ini sering menjadi sorotan.
Penyesuaian Aturan Cedera, Penalti, dan Kartu Merah
Serie A turut mengadopsi protokol cedera yang digunakan dalam Piala Dunia. Pemain yang mendapatkan perawatan di lapangan wajib menunggu setidaknya satu menit sebelum diperbolehkan kembali bermain. Pengecualian diberikan apabila terjadi benturan kepala serius, cedera akibat pelanggaran yang menghasilkan kartu kuning atau merah, maupun insiden yang melibatkan penjaga gawang.
Perubahan lain muncul pada aturan penalti. Jika seorang eksekutor tergelincir hingga tanpa sengaja menyentuh bola menggunakan kedua kaki namun bola tetap masuk ke gawang, tendangan tersebut kini tidak langsung dianggap gagal. Sebagai gantinya, penendang akan memperoleh kesempatan mengulang eksekusi.
Di sisi lain, tindakan pemain yang sengaja menutupi mulut ketika melakukan interaksi provokatif atau ofensif terhadap lawan kini dapat langsung berujung kartu merah. Protokol DOGSO atau penggagalan peluang emas mencetak gol juga mengalami penyesuaian. Apabila wasit memberikan keuntungan dan tim yang dilanggar berhasil mencetak gol, pelanggaran sebelumnya tidak lagi otomatis menghasilkan kartu.
●●●
Kunjungi halaman blog kami untuk membaca berita SEPAK BOLA dan informasi pasaran taruhan
Selalu menjadi yang terdepan dalam mendapatkan informasi seputar olahraga dan bursa taruhan



