Pemain Bundesliga Curi Perhatian di World Cup 2026
World Cup 2026 menjadi panggung bagi para pemain dari seluruh kompetisi dunia, salah satunya Bundesliga. Walaupun World Cup 2026 sudah resmi berakhir dengan Spanyol yang menjadi juara, namun ada sejumlah pemain Bundesliga yang mencuri perhatian di turnamen empat tahunan ini, siapakah mereka? Mari kita bahas!
Harry Kane
Ujung tombak timnas Inggris ini menjadi salah satu pemain yang menonjol di World Cup 2026. Striker Bayern Munchen tersebut berhasil catatkan enam gol dan satu assist dalam tujuh laga yang ia mainkan. Ia tidak bermain di laga terakhir melawan Prancis di perebutan tempat ketiga.
Kane kali ini mendapatkan rekan duet yang sepadan, seperti Son di Spurs kali ini ia bahu-membahu mencetak gol bersama Jude Bellingham yang bermain tepat di belakangnya. Alhasil Bellingham juga catatkan statistik apik bahkan bisa melebihi Kane dengan tujuh gol dan satu assist.
Kane memang gagal mengantarkan Inggris menjadi juara World Cup 2026, namun ia catatkan rekor pribadi yang sangat prestisius. Ia menjadi top skor sepanjang masa inggris di World Cup dengan total 14 gol, ia menggeser Gary Lineker yang telah mencetak 10 gol.
Michael Olise

Rekan satu tim Harry Kane di Bayern Munchen yakni Michel Olise juga tampilkan penampilan sangat baik bersama timnas Prancis. Ia berhasil catatkan rekor dengan tujuh assist yang membuat sebelumnya belum pernah ada di ajang World Cup sebelumnya.
Namun raihan istimewa tersebut sayangnya tak membuat Prancis kembali melaju ke partai final setelah dikalahkan Spanyol yang akhirnya menjadi juara World Cup 2026 kali ini. Olise juga tak satu pun mencetak gol dalam delapan laga yang ia mainkan meskipun peluang sangat banyak ia dapatkan.
Chemistry nya bersama Mbappe menjadi kunci permainan Prancis di World Cup 2026, maka tak heran Real Madrid sangat ingin mendatangkan mantan pemain Crystal Palace tersebut. Bayern Munchen sendiri kabarnya tak mau melepas Olise dan siap memagarinya dengan harga yang sangat mahal untuk ditebus.
Gregor Kobel
Kobel menjadi kunci mengapa Swiss bisa melaju hingga perempat final World Cup sebelum akhirnya dikalahkan Argentina di masa extra time. Ia selalu bermain untuk menjadi penjaga gawang pertama Swiss di enam laga World Cup dengan catatkan dua clean sheet.
Yang menarik adalah total penyelamatannya yakni mencapai 20, itu berarti ia selalu melakukan lebih dari tiga penyelamatan setiap laga. Penampilan terbaiknya terjadi pada laga melawan Argentina dimana ia catatkan tujuh kali penyelamatan.
Swiss yang bermain dengan 10 pemain pasca kartu merah Embolo pun berhasil menahan serangan Argentina hingga laga berlanjut ke babak extra time. Namun sayang di babak extra time, Julian Alvarez mencetak gol brilian dilanjut dengan Lautaro Martinez di penghujung laga.
Julian Ryerson
Julian Ryerson menjadi salah satu nama dalam generasi emas Norwegia pada saat ini, ia mengunci posisi inti bek kanan meskipun selalu diganti pada babak kedua. Namun Ryerson cukup kewalahan karena sisi kanan sering dieksploitasi lawan karena Sorloth jarang ikut turun membantunya.
Meski begitu ia tetap catatkan statistik apik selama empat kali ia bermain dengan delapan kali sapuan dan empat kali tackle berhasil. Ia juga cukup handal dalam hal melakukan umpan dengan rataan umpan berhasil mencapai 91% (130 berhasil dari 142).
Penampilannya tidak begitu sempurna memang, namun ia selalu menjadi pilihan Solbakken di lini belakang bersama Ajer, Heggem dan Moller Welfe. Dengan statusnya sebagai pemain World Cup 2026, Ryerson diyakini akan terus berkembang pada musim depan bersama Dortmund.
Deniz Undav
Deniz Undav melanjutkan performa impresifnya di Stuttgart bersama timnas Jerman di World Cup 2026. Ia catatkan tiga gol dan dua assist dalam tiga laga. Lebih istimewa lagi, semua raihan tersebut ia catatkan saat masuk dari bangku cadangan di babak kedua.
Undav bukan pilihan pertama di lini depan karena sang pelatih Julian Nagelsmann lebih memilih Kai Havertz di lini depan. Namun saat ia masuk ia menjadi super sub, pada laga melawan Curacao ia mencetak satu gol dan dua assist, lalu pada laga melawan Pantai Gading ia berhasil mencetak dua gol dan membawa Jerman meraih kemenangan.
Namun di babak 32 besar saat ia bermain dari awal laga, Jerman harus kalah dari Paraguay melalui drama adu penalti. Dalam laga tersebut Jerman kesusahan menghadapi low block Paraguay meskipun bermain dengan Kai Havertz dan Undav sekaligus di lini depan.
●●●
Kunjungi halaman blog kami untuk membaca berita SEPAK BOLA dan informasi pasaran taruhan
Selalu menjadi yang terdepan dalam mendapatkan informasi seputar olahraga dan bursa taruhan



