Menanti Kiprah Para Penyerang Serie A di Jeda Internasional
Setelah hari raya Idul Fitri, sepak bola Eropa bahkan dunia kembali dimulai. Bukan liga-liga top yang akan bermain melainkan pertandingan internasional antar negara yang menghiasi satu pekan ke depan. Para pemain yang berlaga di klub akan pulang ke negaranya untuk memperkuat lambang di dada.
Termasuk para pemain yang berlaga di Serie A, banyak dari mereka yang akan pulang menempuh perjalanan jauh untuk membela negara tempat mereka dilahirkan. Namun yang patut ditunggu adalah bagaimana kiprah para pemain Serie A tersebut di laga jeda internasional, khususnya pemain di lini depan?
Douvikas – Yunani
Como menjadi tim yang sangat mencuri perhatian di musim ini, tim milik Hartono bersaudara saat ini merangsek ke papan atas klasemen. Selain dilatih oleh mantan pemain bintang Fabregas, kunci keberhasilan Como meraih ini semua adalah para pemain yang mereka datangkan di bursa transfer beberapa waktu lalu.
Termasuk sang striker Douvikas yang kali ini tengah gemilang dengan catatan 11 gol dan satu assist dari 30 laga di Serie A bersama Como. Pemain Yunani tersebut menjadi andalan Como di lini depan bahkan dirinya bisa menyingkirkan pemain berpengalaman seperti Morata di posisi pemain inti.
Douvikas akan membela Yunani di jeda internasional akhir pekan ini setidaknya dalam dua pertandingan. Pada akhir pekan ini mereka akan berhadapan dengan Paraguay dan empat hari berselang akan berhadapan dengan Hunggaria di laga persahabatan.
Nico Paz – Argentina
Lautaro Martinez seharusnya dipanggil ke dalam skuad Argentina di jeda internasional kali ini, namun kondisinya yang masih mengalami cedera membuat ia harus melewatkan pertandingan Tim Tango tersebut pada akhir pekan ini. Sebagai gantinya Nico Paz mungkin akan mencuri perhatian sebagai representasi Serie A di tim juara dunia tersebut.
Nico Paz memang bukan striker, namun catatannya sangat fantastis dengan 10 gol dan enam assist dalam 29 laga bersama Como di Serie A. Raihan satu golnya bahkan hanya terpaut satu gol dari Douvikas yang menjadi striker di timnya Como.
Nico Paz bak berlian baru untuk Argentina di tengah persiapan ditinggalkan Messi yang akan segera pensiun. Mantan pemain Real Madrid tersebut semakin tajam di Como dengan diberikan kepercayaan lebih untuk menjadi motor serangan di tim Sisilia tersebut.
Argentina yang masih diperkuat Messi mungkin akan coba memainkan Nico Paz untuk sekadar memberi tahu bagaimana sang raja bermain di masa-masa terakhirnya. Argentina sendiri akan berhadapan dengan Guatemala pada akhir pekan nanti setelah sebelumnya gagal melawan Spanyol di Finalissima karena dibatalkan.
Kenan Yildiz -Turki
Apabila Como punya Nico Paz, Juventus mempunyai Kenan Yildiz. Pemain yang sangat mengidolai Del Piero tersebut masih menjadi andalan Juventus di musim ini dengan dengan berhasil mencetak 10 gol dan enam assist di 29 laga Serie A bersama si Nyonya Tua.
Menjadi andalan Juventus, Yildiz juga menjadi tumpuan di lini depan Turki apalagi tim kebab tersebut akan berlaga di Kualifikasi Piala Dunia melawan Romania. Yildiz diyakini akan bermain dari awal laga pada akhir pekan nanti dengan menjadi andalan untuk menjebol gawang lawan.
Rasmus Hojlund – Denmark
Hojlund semakin bersinar setelah dirinya dipinjamkan Manchester United ke Napoli di musim ini, hingga saat ini mantan pemain Atalanta tersebut berhasil mencetak 10 gol dan satu assist untuk Napoli. Hojlund pun dipanggil untuk memperkuat Denmark pada jeda internasional akhir pekan ini.
Denmark sendiri akan melakukan pertandingan penting melawan Makedonia Utara di semifinal kualifikasi Piala Dunia. Hojlund diyakini akan bermain dari awal untuk mengisi lini depan dengan ditopang Damsgaard dan Isaksen di posisi gelandang serang.
Pio Esposito – Italia

Pio Esposito menjadi salah satu striker Italia yang mungkin masih bisa diandalkan pada akhir pekan nanti di kualifikasi Piala Dunia melawan Irlandia Utara. Pemain muda Inter Milan tersebut saat ini berhasil mencetak enam gol dan empat assist di 28 laga Serie A bersama Inter.
Walaupun torehan tersebut tak terlalu mentereng, namun Pio Esposito masih sangat muda dengan 20 tahun. Dirinya di Inter Milan juga masih menjadi pemain back up untuk menggantikan Thuram dan Lautaro Martinez yang mengalami cedera.
Dengan keterbatasan menit bermain dan usia yang masih sangat muda, Pio Esposito masih bisa sangat berkembang mengingat Italia sangat membutuhkan pemain seperti itu di tengah mereka yang saat ini mengalami krisis pemain di posisi lini depan.
●●●
Kunjungi halaman blog kami untuk membaca berita SEPAK BOLA dan informasi pasaran taruhan
Selalu menjadi yang terdepan dalam mendapatkan informasi seputar olahraga dan bursa taruhan



